Saya baru sadar harus segera memperpanjang passport waktu menyusun rencana traveling di 2017. Passport terakhir saya dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Yogyakarta sesuai alamat KTP saya; tadinya saya pikir saya harus kembali ke kampung halaman untuk urus passport. Ternyata, pengurusan passport bisa dilakukan di Kantor Imigrasi seluruh Indonesia, hore!

Karena lokasi kantor saya di Mampang, Kantor Imigrasi terdekat adalah Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Selatan (Kanim Jaksel). Saya awalnya berniat menggunakan jasa agen untuk memperpanjang passport ini karena sisa cuti saya yang tinggal seuprit, kalau harus dipakai bolak-balik urus passport asa sayang sekali (di bayangan saya, urus passport itu ribet!).

Tapi tergelitik dengan ramainya kampanye perbaikan birokrasi di Indonesia, khususnya Dirjen Imigrasi membuat saya getol mencari informasi terkait hal ini. Wah, ternyata banyak sekali penduduk Indonesia yang sudah menikmati indahnya proses perpanjangan passport khususnya di Kanim Jaksel yang mudah, cepat dan efisien dan berbaik hati untuk berbagi cerita lewat postingan blog-nya! Dari situ, saya yakin untuk melakukan proses ini tanpa menggunakan jasa agen.

Nah, karena saya merasa sangat terbantu dengan postingan orang-orang yang sudah berhasil mengurus passport di Kanim Jaksel jadi saya juga akan berbagi pengalaman (pribadi) saya. Perlu diperhatikan ini murni pengalaman yang saya alami, ya. Jadi mungkin bisa ada perbedaan untuk orang lain. Mengingat given nature saya sebagai Drama Queen, jadi ada banyak beberapa episode sinetron selama proses perpanjangan passport saya – semoga pengalaman saya ini tetap bisa bermanfaat untuk yang membaca 😀

Tanggal 28 September 2016, saya & Mba Atha (calon travel mate saya di 2017) mulai proses aplikasi dengan input data di Layanan Paspor Online, untuk proses selengkapnya bisa dilihat di sini, ya. Kami memutuskan untuk melakukan aplikasi secara online karena konon katanya bisa lebih menghemat waktu ketimbang aplikasi secara walk-in.

Pada proses input data ini, yang perlu disiapkan cukup KTP saja – kalau ingat nomor, alamat, tanggal dikeluarkan dan masa berlakunya sih nggak perlu, ya. Menurut saya, proses pengisian data ini cukup mudah, tampilan laman-nya juga user friendly. Tapi ada juga sih beberapa hal yang bikin galau sedikit bingung.

Yang pertama, isian masa berlaku KTP. Punya saya & Mba Atha sama-sama berlaku seumur hidup – yang beda cuma status perkawinan 😀 *plaaakkkk* Di sini, kami akali dengan mengisi tanggal masa berlaku dengan tanggal ulang tahun di 2017 (saya di 3 Maret ya, kado boleh dikirim ke kantor atau apartemen). Waktu datang ke Kanim Jaksel-nya, ini nggak masalah kok – sepertinya karena web Layanan Paspor Online ini masih mengakomodasi pemegang KTP yang belum berlaku seumur hidup saja, makanya ada isian masa berlaku.

Yang kedua, waktu sudah selesai mengisi data, ‘kan muncul tanggal-tanggal yang tersedia untuk datang ke Kanim Jaksel, ya. Kami agak panik karena tanggal-tanggal tersebut nggak ada yang bisa dipilih. Eh, ternyata memang baru bisa pilih tanggal setelah melakukan pembayaran 😀

Setelah semua proses isian data selesai, instruksi pembayaran dikirim melalui email (spri@imigrasi.go.id) ke email kita dalam format lampiran pdf yang harus dicetak untuk dibawa ke bank. Jadi, pastikan untuk memasukkan alamat email yang aktif dan mudah diakses pada saat pengisian data, yaa..

img_0622
Bukti Pengantar ke Bank

Karena di dekat kantor adanya Bank BNI Syariah, saya & Mba Atha bayar di situ. Surprisingly, kami bayar exactly IDR 355,000 tanpa biaya transaksi – alhamdulillah hemat beberapa ribu 😀 Awalnya Mbak Teller yang melayani kami waktu itu agak ragu lho, sepertinya belum pernah ada yang melakukan pembayaran passport di situ. Tapi prosesnya selesai dalam waktu kurang dari 10 menit, bonus permen fox.

Setelah bayar, buka lagi email cinta dari spri tadi untuk membuka link yang tersedia guna melakukan konfirmasi. Jeda waktu antara saya bayar sampai membuka link konfirmasi ini sekitar 5-7 menit, dan pembayarannya sudah terkonfirmasi! Jempol untuk sistem online Dirjen Imigrasi :* Nah, di tahap ini saya sudah bisa memilih tanggal kedatangan ke Kanim Jaksel; 4 Oktober 2016. Saran saya, pilihlah aku jadi pacarmu yang pasti setia menemanimu tanggal-tanggal yang jatuh di hari senin atau selasa, karena proses pembuatan passport lamanya 3 hari, jadi kalau datang di senin/selasa passport-nya sudah jadi di kamis/jum’at di pekan yang sama. Terus kenapa? Ya, nggak kenapa-kenapa sih, cuma jadi terdengar lebih cepat kan prosesnya kalau nggak kepotong weekend. Oke skip mulai nggak jelas.

img_0623
Tanda Terima Pra-Permohonan

Kalau sudah dapat email ini, saatnya untuk mempersiapkan kelengkapan dokumen persyaratan untuk proses perpanjangan passport, yang basically sama saja sih dengan bikin passport baru. Bedanya, perlu menyerahkan passport lama juga. Ini flyer terkait pengurusan passport yang saya ambil di Kanim Jaksel.

doc27522120161005104255_001
Cara & Syarat Pembuatan Paspor (1)
doc27522220161005104333_001
Cara & Syarat Pembuatan Paspor (2)

Postingan saya selanjutnya adalah kisah drama saya & Mba Atha di Kanim Jaksel. Ditunggu ya 😀