Jum’at, 7 Oktober 2016 mungkin adalah salah satu hari tergalau dalam hidup saya. Sekitar jam 10 pagi ini, sebuah nomor tak dikenal menelepon saya. Biasanya saya malas untuk angkat karena seringnya nomor-nomor ini adalah marketing asuransi dan/atau kartu kredit. Tapi entahlah, saat itu saya tergerak untuk mengangkat *tsaahh..

Ternyata, penelepon saya itu adalah seorang mbak yang (saya yakin pasti) cantik dari Bayu Buana Travel & Tour, mau mengabarkan harga tiket harga promo GATF dengan rute dan tanggal yang sempat saya informasikan ke mereka melalui email! Dari harga normal rute itu dengan Garuda Indonesia yang sekitar sebesar IDR 7,000,000 harga Best Deal yang ditawarkan adalah sekitar IDR 4,500,000 saja. Selisih IDR 2,500,000 – jumlah yang cukup besar untuk traveler kere budget terbatas seperti saya. Tapi saya galau. Rencananya, saya & Mba Atha akan ke GATF ini Sabtu, 8 Oktober 2016 dan mengantri dari pagi demi mendapatkan tiket harga happy hour plus cashback BNI yang bisa mencapai IDr 1,000,000.

Setelah berkontemplasi dan melakukan cost-benefit analysis (halah), kami memutuskan untuk pergi jam 11.30, pas istirahat. Karena hari Jum’at waktu makan siang lebih panjang sampai jam 13.30, kami berniat mengejar harga tiket happy hour yang berlangsung dari jam 10.00 – 13.00. Kalau kami pergi hari Sabtu, selain antriannya pasti lebih gila, belum tentu tiket yang kami mau masih available. Masih gambling untuk antri mendapatkan cashback, pula. Harga Best Deal yang ditawarkan Bayu Buana tadi masih masuk di budget kami setelah dijadikan cicilan 12 bulan, karenanya kami pikir jika bisa mendapatkan tiket di harga itu, atau lebih baiknya tiket di harga happy hour yang pastinya lebih murah, yah sebanding deh.

Jam 11.30 tepat kami berangkat dengan motor pinjaman, sampai di JCC jam 12 tepat karena jalanan agak macet. Mba Atha parkir, saya melesat ke antrian tiket masuk yang ternyata masih cukup mengular. Sampai di depan loket pembelian tiket, saya baru tahu ternyata saya antri di loket pembelian cash. Padahal, saya pemegang CC BNI Gold yang bisa mendapatkan tiket masuk gratis. Ini akibatnya kalau mengantri sambil pikiran sudah terbayang-bayang check in di Terminal 2, jadinya nggak fokus! Selain itu saya juga belum makan siang, sih. Oke skip. Akhirnya karena takut lama mengantri di loket CC BNI, saya mengeluarkan uang sebesar IDR 30,000 untuk membeli tiket masuk (oh noooo saya kan lagi nabung!). Masuk ke JCC, tentu saja saya nyasar. Bisa nyasar? Bisa, nyasar itu nama tengah saya. Dari Rusun Tanah Abang mau pulang ke Kalibata pun saya nyasar, padahal sudah pakai waze. Apalagi cuma di dalam JCC.

Setelah dibantu Bapak Security yang baik hati, saya sampai ke hall tempat puluhan stand travel agent menawarkan tiket-tiket murah itu! Berdasarkan pengalaman orang-orang yang sudah ahli di bidang per-GATF-an, trik pertama untuk mendapatkan tiket murah yang diinginkan adalah, jatuhkan pilihan ke 1 travel agent dan tidak usah berpindah-pindah atau cek harga di toko sebelah karena pada dasarnya harganya sama saja. Saya berusaha mencari stand Bayu Buana kesayangan saya tapi tidak ketemu. Di tengah kebingungan, sesosok Mbak SPG cantik menyodorkan sebuah brosur yang judulnya menggugah hati: “Come and book your trip at MyTours booth, win 2 trip to Korea”. Apa??? Oke langsung saya duduk di depan salah satu petugasnya yang alhamdulillah kosong pas setelah saya datang.

img_0718
Dag-dig-dug, berapa harga di happy hour?

Cek harga di tanggal yang diinginkan (14 Agustus malam) – tanggal berangkat available – tanggal pulang rencana waiting list (20 Agustus) – shock – cek tanggal pulang cadangan (21 Agustus, yang artinya cuti untuk istirahat setelah sampai Indonesia terpakai) – tanggal pulang available – tapi flight berangkat dan pulang semua pagi jam 10.30 – galau karena berarti waktu liburan terpotong – telepon Mba Atha – Mba Atha sampai booth – akhirnya oke untuk berangkat tanggal 15 Agustus dan pulang tanggal 21 Agustus. Sebelum issued ticket, Mas Hadi (petugas yang membantu saya)  menyerahkan selembar print out itinerary. Saya & Mba Atha baca teliti, ternyata jam berangkat itu jam 22.30, bukan 10.30 pagi!!! Langsung histeris dan meminta tiket diubah tanggal keberangkatan ke 14 Agustus agar sesuai dengan rencana! Mas Hadi senyum-senyum kecut menghadapi histeria kami tapi dengan sigap langsung tanggalnya diganti. Alhamdulillah ya Allah.

img_0714
Itinerary calon tiket kami, untung Mas Hadi minta kami periksa dulu

Akhirnya tiket kami terbeli di harga IDR 4,268,460. Saya cek harga melalui web, harganya masih sekitar IDr 7,000,000. Alhamdulillah ya Allah, satu lagi kemudahan yang diberikan untuk kami! Sebetulnya bisa saja saya cari tiket promo Air Asia untuk rute ini, tapi penerbangannya tidak direct flight, tanpa in-flight entertainment, tanpa free hot meal, tanpa free bagasi 30kg.. Waktu dan tenaga yang kami hemat dengan direct flight Garuda Indonesia ini sebanding dengan selisih harga dengan Air Asia.

img_0717
Bersama Mas Hadi dari MyTours, dia bilang posenya pasti jadi trending topic

Waktu menerima print out tiket dan e-ticket lewat email, saya masih tidak percaya. Betulan sudah beli tiket, ya? Ah, liburan ini salah satu impian terbesar dalam hidup saya, and it’s getting very real! Semuanya serba cepat, saya serasa kehabisan napas. Total waktu yang saya habiskan di dalam GATF 2016 ini hanya 1 jam, saya mengejar jam happy hour yang berakhir jam 1. Setelah itu juga harus mengejar segera kembali ke kantor agar tidak dikira Missing In Action. Jadinya, saya tidak sempat explore banyak dan foto-foto. Maaf ya, informasinya kurang lengkap 😦

Tapi ah, sungguh alhamdulillah. Sepanjang jalan pulang saya nggak berhenti mengucap syukur. Sekarang yang paling penting adalah bayar cicilan tiket mendapatkan visa! Masih ada waktu sekitar 9 bulan lagi untuk proses aplikasi visa, semoga semuanya juga dimudahkan. Saya doakan teman-teman yang masih berjuang di GATF juga bisa mendapatkan tiket ke destinasi impian, amin!