It’s been a while, isn’t it? So many things have happened in my life the past few months. Nanti kalau ada yang asyik untuk dibagi (dan saya nggak malas), saya akan tulis di sini.

Melanjutkan postingan ini, saya mau update Resolusi Agustus 2017 saya. Sekadar kilas balik, roller coaster berat badan saya di usia dewasa ini secara garis besar timeline-nya begini:

2007 – 2011 adalah masa keemasan saya di 48-52 kg sepanjang kuliah.

2011 – 2013 adalah masa di mana timbangan  pernah menyentuh angka 47 kg, tapi karena bolak-balik ke Siloam (lirik gedung pencakar langit di bilangan SCBD dan ujung Kuningan).

2014 -2016 adalah masa terkelam dalam sejarah timbangan saya, di mana rekor terfantastis saya adalah 76 kg. TUJUH PULUH ENAM KILOGRAM. Saya masih coba cari foto saya waktu itu. Dahsyat.

Mid 2016 – sekarang adalah masa saya sudah lelah. Lelah punya uang untuk membeli baju-baju yang saat kuliah hanya bisa saya pandangi tapi saat ini sekadar mau masuk ke tokonya saja saya merasa tidak patut. Lelah tidak bisa lama-lama berjalan kaki sore-sore karena kehabisan napas. Lelah karena harus menyesuaikan angle sedemikian rupa setiap berfoto karena kalau salah sedikit saja, hasilnya bencana. Lelah karena pernah disamakan dengan Gloria Madagascar.

At first I asked myself; when did I start become so shallow and care that much on my appearance? But really, who doesn’t? Menerima diri sendiri apa adanya tidak sama dengan membiarkan badan saya menjadi tidak berbentuk begini. Saya merasa tidak fit. I was constantly angry. Dan itu membuat saya merasa saya kurang bersyukur. Saya merasa saya tidak menjaga pemberian Yang Kuasa dengan membiarkan timbangan saya semakin bergerak ke kanan.

Jadi inilah yang saya lakukan:

  1. mengambil kelas muay thai 1 minggu sekali;
  2. jalan pagi atau jalan sore setiap hari;
  3. sebisa mungkin gunakan tangga ketimbang eskalator atau lift, karena kantor saya hanya berada di lantai 4;
  4. mengurangi asupan nasi dan menambah konsumsi buah (dan sayur seharusnya, tapi saya sangat amat picky dengan sayuran);
  5. sebisa mungkin stop makan di jam 6 sore; dan
  6. jauhi semua cemilan menggoda bernama batagor, Pringles, chitato, Delfi treasures, dan teman-temannya, beserta junk food terenak sedunia milik Om Colonel.

Tapi faktor terpenting dalam perjalanan saya mencapai resolusi saya ini ternyata reward and commitment (instead of punishment). Reward, setiap saya berhasil menurunkan 1 kg berat badan saya. Commitment, baik untuk rutin melakukan poin 2-6 di atas selama 6 hari dalam seminggu (karena 1 hari adalah untuk cheating day) maupun untuk menebus unplanned cheating day yang beberapa kali saya ambil 😀

So how’s the progress? Well, saya mulai berkomitmen di bulan Oktober 2016 di angka 68 kg. Foto ini diambil di akhir April 2017 yang lalu, dengan timbangan saya di angka 58 kg. 10 kgs within 6 months; not bad, is it? However as disclaimer, I got sick quite a lot in March and got admitted to hospital for 3 days in April due to typhoid fever. Tapi bandingkan dengan foto saya di sini, cukup jauh ya bedanya?

 

58 kg per April 2017

I am still 8 kgs away from my target, but I really am proud of myself. I believed I could, so I did!